Rabu, 27 April 2011

All About Love - Fanfict Tokoh Ridho 'JDS'

Jam 3 sore tepat! Semua siswa SMA Airlangga yang tadinya suntuk langsung sumringah. Dengan semangat mereka membereskan buku pelajaran masing-masing. Apalagi kelas 12 IPA-3. Mata mereka langsung menampakkan pendar-pendar bahagia. Bosen karena Bu Sam ceramah selama 10 menit gara-gara Ari cs cuma ketawa-ketiwi gak jelas. Itupun karena ulah Oji. Buku baru yang ia beli di kopsis parah banget. Warna pink dan bergambar winnie the pooh! Jelaslah Ari dan Ridho jadi ngakak.

” Bu Sam ih... Gak bosen apa ceramah mulu. Kita aja sampe udah bosen banget. Masak gara-gara kita ketawa doang ” Oji mendekati Ari dan Ridho yang lebih dulu keluar kelas.

” Kan ini ulah elo, Ji. Kita-kita kena ceramah 10 menit lagi. Emangnya gak ada buku tulis yang lebih bagus dari tadi? Cewek banget tahu! ” Ari mengangkat kedua alisnya. Oji nyengir kuda.

” Gimana lagi, boss. Buku di kopsis ya tinggal itu. Masak boss tega nyuruh aku nulis di buku gambar? Kalo mau salahain, salahin kopsis tuh. Stok buku tulis kok tinggal satu doang. Bu Sam emang gak punya sense of humor banget... ” Oji berkilah.

Ridho yang dari tadi diam langsung angkat bicara. ” Udahlah. Mungkin kita hari ini emang kudu diceramahi. Biar pikiran jadi jernih. Apalagi lo berdua. Yang diotak kalian cuma cewek. Pikirin tuh UN! ” Ridho mengulum senyum. Ari dan Oji yang tersinggung langsung melotot. Ridho tambak ngakak.



" Taelah. Becanda doang. Kalian hari ini sensi banget. Gak punya sense of humor, tahu! ” Ridho menahan tawanya agar tidak meledak.

“ Senjata makan tuan, boss. Bu Sam hari ini ada yang belain. Gak tanggung-tanggung. Ridho! Sohib dari panglima perang SMA Airlangga yang tercinta. Tukang gangguin cewek yang namanya Jingga Matahari… “ Oji mengucapkannya seperti lagi deklamasi puisi. Satu jitakan keras mendarat di dahi Oji. Oji meringis kasakitan.

“ Lho boss kok gitu?? Kan kenyataan boss. Tidak ada rekayasa apalagi penipuan publik di dalamnya. ” Oji memelas. Kedua matanya berkedip-kedip. Ari jadi geleng-geleng sama anteknya yang satu ini. Bakat ngelawaknya emang tak ada tandingannya.

Mereka terus berjalan sampai di koridor utama. Tiba-tiba seseorang bergelanyut manja di lengan Ridho. Ridho mencelat. Kaget. Ternyata Sarah! Ridho jadi sakit mata melihat cewek itu, apalagi penampilannya. Rambut dikeriting gantung, anting-anting berbentuk hati berwarnya merah muda senada dengan cincin yang ia pakai. Jam tangan juda gak mau kalah. Serba merah muda! Emangnya mau sekolah apa mau fashion show?? Ridho berdecak kesal.

” Hai kak Ridho... Besok malam kita malming bareng yuk ” ajak Sarah. Sarah terus bergelanyut di lengan Ridho. Ridho jadi sesak. Wajahnya kusut. Ari sampai kepingin ketawa. Tapi Ari juga merasa bersalah. Ia ikut andil dalam masalah ini.

" Duileee... Serba pink! ” Oji agak geli dengan penampilan Sarah. Padahal mau Sarah dandan kayak apapun Ridho gak mungkin tertarik sama cewek macam Sarah yang kecentilan.

“ Iya dong, kak. Kan ini semua buat kak Ridho. Biar tambah seneng “ Sarah dengan PD-nya mengatakan itu semua. Tapi asli, Ridho kepingin muntah. Jujur!

“ Gini ya Sarah. Lo tahu kan kalo bentar lagi mau UN? “ Ari mendekati Sarah dan melepaskan tangan Sarah dari lengan Ridho. Sarah mengangguk.

” Jadi pas malem minggu nanti kita bertiga mau belajar bareng di rumah gue. Jadi Ridho gak bisa malming bareng lo. Lo ngerti kan? Masak lo tega bikin Ridho gak lulus? ” Ari memasang tampanh serius.

” Iya juga sih. Bentar lagi emang mau UN...”

” Itu elo tahu. Kita sekarang juga buru-buru mau bimbel. Elo bisa pergi kan? ” Ari mengusir Sarah dengan halus.

” Ya udah deh. Semangat ya kak Ridho. Aku doakan kakak lulus dengan nilai memuaskan “ Sarah tersenyum. Kemudian ia meninggalkan Ari, Ridho, dan Oji.

“ Kena kibul lo, Sar! Bimbel apaan? Bimbel ngedate bareng Tari? Hikikik… Lo didoa’in tuh, Dho. Diaminin gih “ Oji cekikikan.

“ Ck, elo, Ji. Mau gue jitak kayak tadi? Heh? Thanks ya, Ri. Gue selamet dari mak lampir tadi “

“ Never mind “

“ Kalo situ gue cabut dulu. Males kalo lama-lama disini. Bete. Kalian berdua masih mau nunggu Tari ama Fio, kan? “

“ Yoi…” Ari dan Oji menjawab bersamaan. Ridho kemudian berjalan menuju tempat parkir. Mendekati sadan silvernya. Membelah lalu lintas Jakarta yang menggila...

####

Di perempatan jalan...

Tak seperti biasanya. Jika di perempatan jalan Ridho biasa membelokkan setir ke kenan, sekarang ia membelokkan setir ke kiri. Aneh.

” Tumben gue belok ke kiri yah?? Ckck “ Ridho berdecak. Bingung juga. Sedan silvernya kemudian berhenti. Ridho melihat seorang gadis dgn balutan seragam SMP duduk sendirian di halte bus. Wajahnya menunduk, lesu. Setetes air mata mulai menggenang di pelupuk mata gadis itu. Ridho berdecak. Ia memang paling malas melihat cewek nangis. Tapi Ridho juga ogah-ogahan mencampuri orang lain.. Apalagi gadis itu tidak ia kenal sama sekali. Tetapi Ridho merasa kasihan juga. Ridho bimbang. Apakah ia meninggalkan gadis itu sendirian ditempat sepi sepeqti ini ataukah ia menghampiri saja gadis itu???

“ Yaudahlah. Mungkin tu cewek lagi kepingin sendiri Toh juga gak ada urusannya sama gue “ Ridho akhirnya menyalakan kembali mesin mobilnya. Tapi seketika berhenti. Beberapa meter dari halte bus itu berjalan seorang pria. Sempoyongan. Sebotol bir di tangan pria itu. Mabuk. Ridho langsung melompat dari kursi kemudi. Berlari menuju gadis itu. Ridho segera menarik tangan gadis itu. Gadis itu mendongak kaget. Ia ingin melapaskan tangan Ridho.

” Kakak apaan sih... Lepas nggak?? Ato kakak mau aku teriak? ” Gadis itu mencoba melepaskan cekalan Ridho

” Cepetan pergi! Lo gak liat ada pria lagi mabok itu? Lo bisa digangguin tahu! Mana lo sendirian lagi! “ Ridho tidak sabar. Gadis itu akhirnya mengangguk. Ridho dan gadis itu berlari menuju sedan milik Ridho. Ridho langsung banting setir. Dilarikannya mobil itu ke taman kota. Hening yang mendominasi sampai mereka sampai di taman Sunny. Ridho dan gadis itu lalu duduk di bangku taman.

“ Makasih ya kak udah nolong aku... “ gadis itu tersenyum.

“ Sama-sama. Emangnya lo kenapa sendirian di tempat sepi gitu? Bahaya tahu! Apalagi elo cewek “

“ Gak kenapa-kenapa kok kak. Lagi kepingin sendirian aja ” Gadis itu menatap kosong air mancur di hadapan mereka. Ridho cuma tersenyum. Itu memang bukan hak Ridho untuk tahu. Jadi wajar aja kalo gadis itu gak mau cerita.

” Kita belom kenalan nih. Lo mau gue panggil sapu? “

“ Eh iya ya.. Kenalin nama aku Titania Quinqila. Panggil aja Qila. “ Qila menjulurkan tangannya ke Ridho. Ridho menjabat tangan itu.

“ Gue Ridho. Rakaditya Faridho lengkapnya “

“ Kakak sekolah di SMA Airlangga? ” tanya Qila. Agak kaget juga melihan bedge yang melekat dikemeja Ridho. Bertuliskan SMA AIRLANGGA. Qila denger siswa SMA Airlannga sering tawuran. Jangan-jangan cowok yang tadi nolong dia juga salah satu diantaranya. Qila ngeri juga. Dia sudah diwanti-wanti kedua orang tuanya agar didak dekat-dekat dengan dengan orang yang suka tawuran.

” Iya. Kenapa? Jangan bilang kalo lo takut ama gue ” Ridho tersenyum geli. Skak Mat! Pipi Qila bersemu merah.

” Eh, eh... Nggak kok kak. Aku nggak takut kok. Aku denger murid di sekolah kakak sering tawuran. Bener kak? ” tanya Qila agak ragu.

” Betul banget. Dan elo ketemu orang yang tepat! ” Ridho menatap perubahan wajah Qila. Jadi pucat. Ridho menahan tawa.

” Apa!! Jadi kakak juga ikut tawuran?? ” Qila langsung bangkit berdiri. Antisipasi.

” Tenang aja. Gue gak pernah ikut tawuran. Sohib gue tu yang panglima perang. Mau gue kanalin? ”

” Nggak usah kak! Makasih banget. ” Qila langsung menolak mentah-mentah. Qila geleng-geleng.

” Dia gak jahat kok. Baik malah. Cuma tukang ngisengin adik kelas yang dia incer aja. ”

” Tapi tetep aja tukang tawuran ” batin Qila dongkol.

” Lo sekolah dimana?” tanya Ridho balik.

“ Di SMP Widyanita...”

“ Oh.. ” Ridho melirik jam tangannya. Jam 5 sore.

“ Udah sore nih. Gue anter elo pulang. Alamat rumah elo dimana? “

” Gak usah repot-repot kak. Aku bisa pulang sendiri.” tolak Qila halus.

” Gak papa. Gue anter lo pulang. Gratis kok. Alamat rumah lo dimana? ” Ridho mengangkat kedua alisnya. Sifat Ari udah mulai nurun ke Ridho. Mulai maksa.

” Di Jalan Mahatma. Perumahan Rere ” ucap Qila terpaksa. Akhirnya ia mau dianter Ridho pulang. Sesampai di rumah Qila, gantian Ridho yang bengong. Qila ternyata putri dari rekan bisnis papanya. Alhasil Ridho ngerem selama 30 menit dirumah Qila gara-gara orang tua Qila gak ngebolehin Ridho pulang cepet-cepet. Kebetulan yang manis banget yah... ^_^

####

2 minggu kemudian... Dua hari sebelum dirayakannya ulang tahun Qila ke 15.

Ridho dan Qila tambah deket. Ridho sering mengantar Qila pulang sekolah. Mereka juga sering terlihat jalan bareng bersama Ari, Tari, Oji, dan Fio. Qila udah mau kenalan sama Ari dan Oji. Ternyata bener! Mereka baik. Tari dan Fio juga suka dengan Qila. Karena Qila emang asyik diajak ngobrol. Baik hati lagi cewek itu.

” Gak lo tembak aja tu cewek, Dho. Lo kan suka ama Qila ” tanya Ari ketika mereka berenam jalan-jalan ke mall. Tari, Fio, dan Qila lagi asyik memilih aksesoris yang lucu-lucu.

” Betul tuh, Dho. Lo tembak aja Qila. Toh kata elo ortu lo berdua juga udah kenal. Jodoh kali. Dan gue lihat lo bahagia banget waktu lagi sama Qila. ” Oji mengamini perkataan Ari. Tumben Oji bisa serius??

” Gue emang rencananya gitu. Nunggu waktu yang pas aja.Doain biar sukses “

Tari, Fio, dan Qila tiba-tiba menghampiri Ari, Oji, dan Ridho. Mereka sudah selesai belanja.

” Lagi pada ngomongin apa sih? Serius banget? ” tanya Tari ke Ari.

” Urusan cowok, sayang. Jadi gak usah tahu yah.. Ntar aku kash tahu kok. Dapet bonus lagi. Ada tempe, oncom, kecap juga. ” Ari tersenyum genit. Tari langsung mencubit lengan Ari. Ari merintih kesakitan. Yang lain pada ketawa melihat tinggah Ari dan Tari.

” Oh ya kak. Kalian dateng ya di pesta ultah aku besok. Jangan sampe gak bisa loh. Aku tunggu kalian di rumah aku ” Qila menyerahkan undangan pesta ultahnya kepada Ridho, Ari, Oji, Tari, dan Fio.

” Siiiipp ” jawab mereka bersamaan.

” Ini waktu yang elo tunggu-tunggu , Dho. Good luck ya ” Ari berbisik ditelinga Ridho. Ridho tersenyum dan mengangguk.

####
Pesta ulang tahun Qila....

Ridho mengucapkan selamat ulang tahun ke Qila. Begitu juga dengan Ari, Tari, Oji, dan Fio. Malam itu Ridho cukup keren. Nggak ding, salah. Keren banget!! Ridho melihat sebuah piano. Sebuah ide muncul di benaknya.


” La, gue boleh mainin piano itu nggak?? “ tanya Ridho meminta persetujuan Qila. Qila mengangguk. Ridho kemudian mendekati piano itu dan duduk dikursi yang ada.

“ Lagu ini saya persembahkan spesial untuk Qila yang sekarang berulang tahun ke 15...” Ridho mulai memainkan tuts-tuts piano. Lagu Just The Way You Are milik Bruno Mars mengalun merdu.


Oh her eyes, her eyes

Make the stars look like they're not shining

Her hair, her hair

Falls perfectly without her trying



She's so beautiful

And I tell her every day


Yeah I know, I know

When I compliment her

She wont believe me

And its so, its so

Sad to think she don't see what I see


But every time she asks me do I look okay

I say


When I see your face

There's not a thing that I would change

Cause you're amazing

Just the way you are

And when you smile,

The whole world stops and stares for awhile

Cause girl you're amazing

Just the way you are


Her nails, her nails

I could kiss them all day if she'd let me

Her laugh, her laugh

She hates but I think its so sexy


She's so beautiful

And I tell her every day


Oh you know, you know, you know

Id never ask you to change

If perfect is what you're searching for

Then just stay the same


So don't even bother asking

If you look okay

You know I say



When I see your face

There's not a thing that I would change

Cause you're amazing

Just the way you are

And when you smile,

The whole world stops and stares for awhile

Cause girl you're amazing

Just the way you are


The way you are

The way you are

Girl you're amazing

Just the way you are
Qila terpaku. Takjub Ridho memainkan piano untuknya. Qila lalu maju dan duduk di samping Ridho. Qila juga ikut memainkan piano bersama Ridho...


When I see your face

There's not a thing that I would change

Cause you're amazing

Just the way you are

And when you smile,

The whole world stops and stares for awhile

Cause girl you're amazing

Just the way you are

Semua yang hadir langsung bertepuk tangan meriah. Ridho dan Qila membungkuk berterima kasih. Qila tersenyum bahagia. Jantungnya juga berdetak lebih cepat. Tak terasa pesta telah usai. Semua yang hadir pulang. Hanya keluarga Qila dan Ridho yang masih ada. Ridho berencana mengungkapkan isi hatinya.

 ” Kakak pinter juga main piano. Kok gak pernah bilang-bilang sih? ” tanya Qila saat mereka berada ditepi kolam renang. Ridho hanya tersenyum simpul.

” Qila, ada yang mau aku ungkapin ke kamu. Sebenarnya.. ” Ridho menggantungkan kalimatnya. Ridho meraih tangan Qila. Qila tersentak.

” Sebenernya aku cinta sama kamu. Kamu mau aku jadi pacar kamu? Kalo kamu mau tahu kenapa, karena aku bahagia saat kamu ada di samping aku. Perasaan aku beda waktu aku sama kamu. Gak karuan. Jadi gimana?? ” Ridho menatap Qila lekat-lekat. Qila tidak memberi jawaban apapun. Ridho terus menunggu jawaban Qila. Qila kemudian menarik Ridho masuk ke dalam rumah. Qila melepaskan genggaman tangannya dan mendekati piano. Qila lalu memainkan sebuah lagu.


It's a long long journey

Till i know where a i'm supposed to be

It's a long long journey

And i don't know if i can believe

When shadows fall and block my eyes

I am lost and know that i must hide

It's a long long journey

Till i find my way home to you

Many days i've spent

Drifting on through empty shores

Wondering what's my purpose

Wondering how to make me strong

I know i will falter i know i will cry

I know you'll be standing by my side

It's a long long journey

And i need to be close to you

Sometimes it feels no one understands

I don't even know why

I do the things i do

When pride builds me up till i can't see my soul

Will you break down these walls and pull me through?

Cause it's a long long journey

Till i feel that i am worth the price

You paid for me on calvary

Beneath those stormy skies

When satan mocks and friends turn to foes

It feel like everything is out to make me lose control

Cause It's a long long journey

Till i find my way home to you. to you

” Aku juga sebenernya juga cinta sama kakak. Entah dari kapan. Jantung aku berdebar-bedar tiap kakak ada di samping aku. Aku mau jadi pacar kakak ” Qila berlari ke arah Ridho dan memeluknya. Ridho terseyum.

” Makasih ya, Qila. Aku cinta kamu. Mudah-mudahan sampai nanti ”

” Ciee... Kita bakalan dapet traktiran nih, boss ” Oji bersama Ari, Tari, dan Fio muncul dari luar rumah. Ridho kaget. Nggak ngira mereka berempat belom pulang. Qila jadi malu.

” Selamet ya... Moga langgeng. Akhirnya kak Ridho nggak jomblo lagi.. Horeee!! ” Tari dan Fio menggoda Ridho. Mereka berenam tertawa bersama-sama. Tertawa bahagia pastinya.


THE END... ^_^

Nb: cerita ini hanya fiktif belaka. Kritik, saran, dsb sangat ditunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar